Home » » SANG MAESTRO 4 MUSIM: Hayao Myazaki, Makoto Shinkai, Satoshi Kon dan Mamoru Hosoda

SANG MAESTRO 4 MUSIM: Hayao Myazaki, Makoto Shinkai, Satoshi Kon dan Mamoru Hosoda

Written By Arfan Asri on Selasa, 08 Oktober 2013 | Selasa, Oktober 08, 2013

Julukan 4 MUSIM ini hanya bikinan TS sendiri, 4 sutradara inilah yang mendapatkan perhatian khusus dari TS, dengan tidak bermaksud mengabaikan sutradara anime lainnya. Silahkan menikmati.


1. Hayao Myazaki


Bagi pencinta anime tidak wajar kalau tidak kenal dengan sang legenda satu ini, 50 tahun lebih menjalani skema pujian dan kritik di dunia industri anime, membuatnya menjadi tokoh besar dalam per-anime-an jepang yang membuat banyak sutradara animasi jepang maupun dunia menjadikan beliau sebagai inspirasi dalam membuat karya-karya mereka. Hayao Myazaki mulai dikenal publik ketika karyanya Princess Mononke (1997) menjadi film terbaik di jepang saat itu, hingga mampu bertahan sampai 7 bulan di bioskop jepang sampai kepopulerannya dikalahkan oleh film Tetanic yang melegenda, sayangnya dipuncak karirnya itu, sang maestro malah memutuskan pensiun dan mengumumkan bahwa Princess Mononoke akan menjadi karya terakhirnya. Sampai suatu saat dalam masa pensiunnya beliau bertemu dengan anak perempuan dari salah satu temannya yang menjadi inspirasi dalam karya terbesarnya Spirited Away (2001). Spirited Away dikenal sbagai anime terbaik spanjang masa dan anime pertama yang pernah meraih penghargaan Oscar dalam kategori film animasi terbaik mengalahkan film” animasi Holywood saat itu. Semenjak Spiritted Away-lah kemampuan Hayao myazaki mulai dikenal dunia.

Dalam banyak karyanya Hayao Myazaki terkenal dengan fantasi anak-anak khasnya yang sanagat original dan kental, hampir semua karyanya, beliau menjadikan seorang sosok anak kecil atau remaja menjadi tokoh utamanya, tentu dengan sifat polos dan niatan tulus yang selalu ada dalam karakter utamanya yang membuat banyak penonton menjadi terhanyut dalam emosi ketika mengikuti perkembangan karakternya, tak ketinggalan suguhan petualangan yang penuh imajinasi dan fantasi yang selalu mengingatkan kita akan kenangan-kenangan imajinasi masa kecil yang selalu kita rindukan dikala menjadi dewasa. Inilah yang membat kesan musim panas melekat pada karya-karya Hayao Myazaki, yang dimana musim panas adalah musim paling menyenagkan dalam masa kanak-kanak yang di dalamnya selalu terdapat petualangan.

2. Makoto Shinkai


Kalaulah Makoto Shinkai berdomisili di indonesia, pastilah beliau akan diberi predikat “Sang Maestro Galau”, bukan melebih-lebihkan tapi memang melihat dari karya pertamanya yang berjudul Voice of a Distant Star (2002) sampai karya terakhirnya Kotonoha no Niwa (2013) semuanya berkisah tentang cinta yang tidak saling memiliki, walaupun begitu Makoto Shinkai selalu memberikan totalitas yang luar biasa dalam menyajikan karya-karyanya, emosi yang mendalam sangat apik disampaikan melalui kombinasi dialog dan latar yang sangat indah dan romantis, selalu membuat penonton tenggelam ke suasana melankolis yang sangat indah, sehingga inilah yang membuat sebagian besar fans beliau adalah gadis remaja. Keahlian Makoto Shinkai yang paling menyedot perhatian adalah kemampuannya yang sangat mengangumkan dalam mengolah setting sedemikian rupa sehingga memberikan kesan kerinduan yang sangat mendalam dimana selalu akan membuat kita teringat akan musim gugur dimana kelopak bunga sakura perlahan berjatuhan dan angin sejuk yang menandakan datangnya musim dingin.

Perjalanan Makoto shinkai tidak serta-merta menjadi seorang sutradara anime, beliau memulai karirnya di dunia industri game setelah lulus dari pendidikannya, setelah 5 tahun berkutat di industri game sebagai graphic designer, Makoto Shinkai mulai membuat beberapa animasi-animasi pendek produksi pribadinya, salah satu yang menyedot perhatian publik adalah karyanya yang berjudul she and her cat, dengan durasi hanya sekitar 5 menit film ini mampu meraih banyak penghargaan yang akhirnya membimbingnya menuju dunia per-anime-an. Berkat dedikasi dan konsistensinya dalam industri anime Shinkai sering dijuluki sebagai The New Hayao Myazaki, yang memang dalam berkarya Shinkai sering berkiblat pada sang legenda, bahkan Shinkai mengaku bahwa anime favoritnya adalah Castle in the Sky besutan Hayao Myazaki.

3. Satoshi Kon


Satoshi Kon memulai debut karirnya sebagai mangaka di saat dirinya masih duduk di bangku kuliah, manga pendeknya yang berjudul toriko, langsung mendapat perhatian publik ketika menjadi runner up sebuah penghargaan bergengsi di jepang, tak berhenti di situ, setelah lulus dari kuliah Satoshi Kon memperdalam karirynya menjadi asisten seorang mangaka terkenal Katsuhiro Otomo, semakin matang Satoshi Kon memperluas cakupan karyanya ke dunia anime, mulai dari seorang penulis script, animator, art director, co producer hingga menjadi sutradara sampai akhir hidupnya. Karya Kon yang pertama sebagai sutradara Perfect Blue langsung menyedot banyak perhatian pencinta anime, shingga karya-karyanya selanjutnya selalu ditunggu-tunggu. Seluruh karyanya yang datang stelah itu, selalu menjadi perhatian besar masyarakat penikmat anime namun sayangnya di masa pembuatan filmnya yang kelima beliau diagnosa menderita kanker pankreas dan meninggal pada tahun 2010, sebelum meninggal beliau sempat menulus surat perpisahan yang selanjutnya di posting oleh keluargnya di blog milik beliau.

Seluruh karya dari Satoshi Kon sangat kental akan elemen kejutan. Suguhan penyusunan scene, permainan alur cerita dan kemampuan mencampurkan antara imajinasi dan kenyataan menjadikan karya Satoshi Kon sangat unik dan selalu mempunya tempat khusus di hati para penggemarnya. Fakta yang campur aduk dan muncul di sana-sini namun tetap tertata indah inilah yang menjadikan karya Satoshi Kon sangat spesial, yang tidak akan memberikan kesempatan bagi para penontonnya untuk mengalihkan perhatiannya dari setaip detik momen-momen karyanya yang sangat menakjubkan. Gaya penggambaran yang detail dan realistik dengan suasana agak gelap menjadikan karyanya semakin penuh akan kejutan keindahan sehingga sangat cocok dengan suasana musim dingin yang penuh dengan kejutan dan harapan.

4. Mamoru Hosoda (kesukaan TS)


“Segar dan memikat”, itulah julukan yang cocok bagi setiap karya orisinal Mamoru Hosoda. Dengan mengangkat tema slice of life dengan sedikit tambahan fantasi yang segar membuat karyanya cocok ditonton oleh berbagai kalangan, gaya menggambar sederhana namun mampu mewakili maksud yang ingin disampaikan selalu mampu menyentuh sudut hati para penikmat karyanya. Adapun hal yang paling menonjol dari Hosoda adalah Kemampuannya dalam mengolah sebuah karakter, penggamabran yang cenderung sederhana namun mempunyai gerakan yang sangat alami, penokohannya yang juga sangat realistis dan tidak berlebihan membuat penonton tidak akan bosan untuk menikmati perkembangan karakternya, hal ini juga ditambah kemampuan Hosoda dalam memilih pengisi suara yang sangat cocok dalam memainkan perannya. Sema konten diataslah yang mampu membuat karya Hosoda yang segar tetap enak walaupun sudah ditonton berkali-kali. Suasana di setiap karyanya sangat mengingatkan kita pada suasana musim semi yang sangat indah dengan segala kesegarannya.

Mamoru Hosoda memulai karirnya sebagai animator di Toei Animation, disinilah Hosoda meniti karir dan menandai debutnya dengan menciptakan Digimon Adventure Series dan Movie 2 bahkan hosoda sempat menyutradarai salah satu anime terkenal One Piece Movie 6. Di awal karirnya, Hosoda pernah diusulkan untuk menyutradarai film Howl’s Moving Castle, karna keputusan produsernya yang ingin menonjolkan bakat sutradara-sutradara muda di Jepang saat itu, namun karna beberapa alasan Hosoda dan para staff lainnya tidak bekerja sama dengan baik sehingga posisi sutradara dialihkan ke Hayao Myazaki. Di tahun 2005 Hosoda pindah ke rumah produksi Mad House, disinilah Hosoda menciptakan karya legendarisnya, The Girl Who Leapt Trough time dan Summer Wars, namun karirnya di Mad House hanya bertahan sampai tahun 2011 ketia Hosoda memutuskan untuk membuka studio sendiri yaitu Studio Chizu, dan melanjutkan karya epik selanjutnya yaitu Wolf Children di tahun 2012.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Seputar Parepare | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. B@n9 - 13ro - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger