Home » » Lompat Tali Merdeka

Lompat Tali Merdeka

Written By Arfan Asri on Rabu, 08 Agustus 2012 | Rabu, Agustus 08, 2012

Permainan ini dapat di Jumpai di berbagai penjuru di seluruh Indonesia. Dan biasanya permainan ini Identik di mainkan oleh para perempuan. Namun tak sedikit laki-laki yang memainkannya. Seperti contoh ane gan, dulu waktu kecil semua mau jadi tim ane kalo ane main lompat tali. Maklum gan, waktu kecil hanya ane yang mampu lompat sampai ketinggian hasta pemegang tali/ biasanya di sebut MERDEKA; karena posisi tangan memegang tali, mengacungkan tangannya keatas hingga ketinggian maksimal. Kalo sekarang, jangan Harap gan.. Setinggi Dada aja, ane Udah Nyerah. Wakaka.. Maklum pejantan Tambun. Ada yang salah menyebut, bahwa ‘permainan tali merdeka’, ialah ‘permainan lompat tali’. Padahal cara permainan nya berbeda. berikut penjelasannya.


ASAL-USUL
==================
Permainan ini berasal dari mereka yang tinggal di Provinsi Riau, dan mereka menyebutnya permainan tali merdeka. Inti dari permainan ini sangat sederhana, tugasnya yaitu hanya melompati tali karet yang di bentangkan. Penamaan permainan ini seperti menggambarkan betapa sulitnya para pahlawan berjuang untuk merebut kemerdekaan. Dari mulai yang mudah (terendah dalam hal ini di permainan lompat tali merdeka), selutut, hingga yang tersulit / tertinggi yaitu se-hasta nya / se-MERDEKA nya pemegang tali. Semakin mendekati kemerdekaan RI tentunya perjuangannya juga semakin berat. Tak beda dengan permainan ini, semakin mendekati kemenangan permainan, makan semakin sulit juga apa yang harus di lakukan.


PEMAIN / PESERTA

==========================
Permainan tali merdeka ini berjumlah dari 3 (minimal, 1 pelompat 2 pemegang tali) sampai 10 orang. Pemain dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Pada umumnya anak-anak yang memainkan permainan ini berusia antara 7 tahun – 15 tahun, namun karena menariknya permainan ini, biasanya anak perempuan yang main permainan ini pada umumnya. permainan hiburan Namun ada anak laki-laki masih ada juga yang memainkannya. Namun untuk perempuan yang berusia 15 tahun ke atas, mereka sudah tidak seminat waktu kecil memainkan permainan ini, karena takut auratnya terlihat pada saat melompat. Sedangkan untuk hiburan semata, tak bisa di pungkiri, permainan ini pun dapat di mainkan oleh Ibu-Ibu atau Bapak-Bapak untuk mencari sensai dan mengenang masa lalu.


TEMPAT 
==============
Untuk bias bermain lompat tali ini, kita tidak perlu mencari tempat yang luas. Cukup seluas ruas jalan, atau sebatas agar pemegang tali 1 dengan 1 lainnya, mendapat jarak aman tidak terkena benturan jika ada pelompat yang melompati karet. Dan luas nya juga cukup untuk pelompat melakukan kuda-kuda (ancang-ancang) untuk melompat. Biasanya juga permainan ini dimainkan di lahan tanah / rumput, karena meminimalisir cidera saat melompat. Sedangkan apabila dimainkan di lapangan beton / semen resiko cidera sangat rentan apabila pelompat tidak menguasai cara pendaratan (landing) setelah melompat.


PERALATAN PERMAINAN
================================
Peralatan yang di perlukan untuk memainkan permainan yang satu ini, hanya Karet Gelang yang di anyam (disambung), rata-rata 2 buah (1 juga bisa, tapi rentan Putus) karet gelang, yang di sambung ke 2 buah karet gelang lagi hingga panjang yang cukup, yaitu 3-4 meter (terlalu panjang juga tidak bagus, karena karet akan turun melengkung kebawah, itu jelas memudahkan pelompat, dan merugikan pemegang karet). Untuk mendapati karet gelang tersebut, sangat mudah, di warung, di toko, dan di pasar juga ada yang menjualnya, biasanya di jual dengan ukuran Ons / Kilogram-an (tidak satuan)


PERATURAN PERMAINAN
================================
Peraturanya juga tidak sulit. Contoh disini tim, tim yang menjaga (memegang karet) memulai dari ukuran tinggi terendah, yaitu setinggi Lutut (1). Urutan berikutnya ialah setinggi Pinggang (2). Di lanjutkan setinggi Dada (3), lalu setinggi Telinga (4), lalu setinggi Kepala (ubun-ubun) (5), level selanjutnya setinggi satu jengkal di atas kepala (6), dua jengkal di atas kepala (7), dan yang terakhir dan paling menantang ialah setinggi acungan tangan atau hasta pemegang tali atau biasa di sebut ‘MERDEKA’ (8). Khusus ketinggian lutut dan pinggang, pelompat tidak boleh mengenai karet, namun di atas itu, dapat di maklumi karena kesulitannya bertambah.
Namun di zaman saya kecil, urutannya ada sedikit perubahan, mungkin agar lebih variatif, yaitu (1) Lutut, (2) Pinggang, (3) Dada, setinggi (4) Ketiak, lalu (6) Dagu/Mulut, (7) Telinga, (8) Kepala, (9) setengah merdeka, (10) barulah Merdeka, sedangkan di akhir permainan kembali kepinggang, namun dengan cara melompat yang berbeda, yaitu melompati berkali kali dari sisi satu ke sisi lain, lalu kembali ke sisi awalnya berulang-ulang dengan posisi tetap di tempat di atas tali hinggi 10 hitungan kalau tidak salah, disebut GoGo / SaSa.


PROSES PERMAINAN
============================
Di awali dengan pembagian Tim, lalu melakukan Gambreng untuk mencari siapa yang menjaga. Dan mereka yang menang, mendapat kesempatan melompat pertama. Setelah pemegang tali siap, pelompat mulai melompati tingkatan ketinggian dari mulai terendah hingga tertinggi, jika gagal, maka pelompat tersebut harus menggantikan pemegang tali untuk berganti giliran. Begitu terus berulang hingga MERDEKA, lalu kembali lagi ke awal sampai semua mendapat giliran melompat dan memegang tali. Banyak cara yang di gunakan para pelompat agar mampu melompati tali biasanya yang perempuan, akan mengepak siku tangan untuk mengaih tali karet agar bisa di tarik agak rendah. Sedangkan para lelaki nya ada cara khusus yang mereka bisa lakukan jika ketinggian sudah sulit dilakukan dengan melompat, yaitu Salto menyamping (sideways roll) yaitu posisi akrobatik yang ‘menggelindingkan badan tegap dengan tumpuan kedua tangan dengan di antaranya kepala (agar tidak membentur tanah) dan posisi badan tetap tegap, serta kedua kaki menjulang ke atas.


NILAI BUDAYA 
======================
Permainan yang disebut sebagai tali merdeka ini mempunyai Nilai Kerja Keras, Ketangkasan, Kecermatan, dan Sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain yang berusaha melompati tingkatan demi tingakatan. Nilai ketangkasan, tercermin dari cermatnya pelompat memperkirakan tinggi tali, agar lompatannya dapat meraihnya. Sedangkan nilai sportivitas tersebut tercermin dari bersedianya pelompat bergantian dengan pemegang tali apabila ia tidak sanggup melewati ketinggian tertentu.







Kenapa permainan ini dinamakan ‘Permainan Tali Merdeka’, Bukan ‘Lompat Tali’
================================================== ============================================
Karena kalau Permainan Lompat tali, tidak ada Urutan ketinggian, melainkan 2 orang pemegang tali karet, bertugas memutar karet, dan pelompat bertugas melompat-lompat di tengah (antara garis karet berputar) hingga jumlah tertentu tanpa tersangkung kepala pelompat, ataupun tersangkut kaki pelompat / terinjak.
Share this article :

1 komentar:

  1. terimakasih atas infonya,jangan lupa mengunjungi alamat kami http:/www.unsri.ac.id

    BalasHapus

 
Support : Seputar Parepare | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. B@n9 - 13ro - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger